E PERKALIAN DAN PEMBAGIAN PECAHAN. Urutan cara pengerjaan : (Jika dikerjakan dalam bentuk pecahan) pertama ubah ke dalam bentuk pecahan desimal semua, atau yang kedua ubahlah kedalam bentuk pecahan biasa. Urutkan pecahan berikut 0,6 ; 1 ; 15% ; 2 dari yang terbesar ke terkecil. Mengubahnya ke dalam bentuk pecahan desimal.
Daftar Isi Pecahan dalam Matematika Pengertian Pecahan Jenis Pecahan 1. Pecahan Sederhana Proporsional 2. Pecahan Campuran 3. Pecahan Murni 4. Pecahan Imajiner Operasi Hitung Pecahan 1. Penjumlahan Pecahan 2. Pengurangan Pecahan 3. Perkalian Pecahan 4. Pembagian Pecahan Rumus Perkalian Pecahan Desimal Contoh Soal Perkalian Pecahan Desimal Rumus Perkalian Pecahan Campuran Contoh Soal Perkalian Pecahan Campuran 1. 3 3/4 × 2 1/2 = 9 1/4 2. 4 2/5 × 5 3/4 = 23 3/5 - Bilangan pecahan adalah bilangan yang bukan bilangan bulat atau tidak utuh. Pada bilangan pecahan terdapat pembilang dan pecahan bukanlah hal yang sulit untuk dipelajari. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut mengenai pengertian pecahan serta perkalian pecahan biasa, pecahan desimal, dan pecahan dalam MatematikaDalam buku Bahas Tuntas 1001 Soal Matematika SD Kelas 4, 5, 6 oleh Rita Destiana dijelaskan bilangan pecahan adalah bilangan yang bukan bilangan bulat atau tidak utuh. Pada bilangan pecahan terdapat pembilang dan penyebut. Pembilang adalah angka pecahan yang menunjukkan angka yang dibagi. Sedang Penyebut adalah angka pecahan yang menuniukkan bembaginva. Jadi, makna a/b adalah a dibagi PecahanPecahan adalah bagian dari suatu bilangan yang dianggap sebagai pembagian dari bilangan tersebut. Pecahan dapat dituliskan dalam bentuk akhir yang dituliskan sebagai bagian atas pembilang dan bagian bawah penyebut.Sebagai contoh, pecahan 3/4 dapat dituliskan sebagai 3 bagian dari 4 bagian yang sama. Pecahan yang memiliki pembilang satu angka disebut sebagai pecahan dapat pula dituliskan dalam bentuk kasar, yaitu sebagai bilangan bulat yang diikuti dengan pecahan. Sebagai contoh, pecahan 5 3/4 dapat dituliskan sebagai 5 3/4 atau 23/ dapat juga dikonversi ke dalam bentuk desimal dengan cara membagi pembilang dengan contoh, pecahan 3/4 dapat dikonversi menjadi desimal dengan cara membagi 3 dengan 4, sehingga didapatkan hasil 0, dapat pula dikurangi, ditambah, dikali, atau dibagi dengan menggunakan prinsip-prinsip dasar PecahanAda beberapa jenis pecahan, yaitu1. Pecahan Sederhana ProporsionalPecahan yang pembilang-nya tidak dapat dibagi lagi menjadi bagian-bagian yang lebih contoh, pecahan 3/4 adalah pecahan proporsional karena pembilang 3 tidak dapat dibagi lagi menjadi bagian-bagian yang lebih Pecahan CampuranPecahan yang dapat dituliskan sebagai bilangan bulat diikuti dengan pecahan contoh, pecahan 5 3/4 dapat dituliskan sebagai 5 3/4 atau 23/4 dan merupakan pecahan tidak proporsional, karena bilangan bulat 5 dapat dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih Pecahan MurniPecahan yang dapat dituliskan sebagai bilangan desimal. Sebagai contoh, pecahan 3/4 dapat dikonversi ke dalam bentuk desimal dengan cara membagi 3 dengan 4, sehingga didapatkan hasil 0, Pecahan ImajinerPecahan yang penyebut-nya adalah bilangan negatif. Sebagai contoh, pecahan 3/-4 adalah pecahan imajiner, karena min - nya adalah bilangan imajiner sering digunakan dalam matematika dan fisika untuk menggambarkan konsep-konsep abstrak seperti energi dan Hitung PecahanAda beberapa operasi hitung yang dapat dilakukan dengan pecahan, yaitu1. Penjumlahan PecahanSaat menambah pecahan, perlu mencari penyebut yang sama terlebih dahulu lalu menuliskan pecahan-pecahan tersebut dalam bentuk yang sama dengan penyebut yang itu, kita dapat menambahkan pembilang-pembilang tersebut untuk mendapatkan Pengurangan PecahanSaat mengurangi pecahan, kita perlu mencari penyebut yang sama terlebih dahulu, lalu menuliskan pecahan-pecahan tersebut dalam bentuk yang sama dengan penyebut yang itu, kita dapat mengurangi pembilang-pembilang tersebut untuk mendapatkan Perkalian PecahanSaat mengalikan pecahan, kita dapat mengalikan pembilang dengan pembilang, dan penyebut dengan contoh, untuk memperkalikan pecahan 3/4 dengan 1/2, kita dapat mengalikan pembilang 3 dengan pembilang 1, dan penyebut 4 dengan penyebut 2, sehingga didapatkan hasil 3/ Pembagian PecahanSaat membagi pecahan, kita perlu mengubah pecahan pembagi menjadi pecahan yang memiliki pembilang yang sama dengan penyebut pembagi asal. Lalu mengalikan pecahan pembagian dengan pecahan pembagi yang telah diubah melakukan perkalian pecahan desimal, kita dapat menggunakan rumus sebagai berikutpecahan desimal 1 × pecahan desimal 2 = pecahan desimal hasilContoh0,3 × 0,4 = 0,120,6 × 0,2 = 0,12Dalam contoh di atas, kita dapat melakukan perkalian pecahan desimal dengan cara mengalikan bagian desimalnya masing-masing, lalu menuliskan hasilnya dalam bentuk pecahan mengalikan pecahan desimal dengan bilangan bulat, kita dapat mengalikan bilangan bulat tersebut dengan bagian desimal dari pecahan desimal contoh, untuk mengalikan pecahan desimal 0,3 dengan bilangan bulat 4, kita dapat mengalikan 4 dengan bagian desimal 0,3, sehingga didapatkan hasil 1, tambahan, jika kita ingin mengalikan pecahan desimal dengan bilangan desimal yang lain, kita dapat mengalikan bagian desimal dari pecahan desimal tersebut dengan bilangan desimal yang contoh, untuk mengalikan pecahan desimal 0,3 dengan bilangan desimal 0,5, kita dapat mengalikan bagian desimal 0,3 dengan bilangan desimal 0,5, sehingga didapatkan hasil 0, Soal Perkalian Pecahan DesimalBerikut ini adalah beberapa contoh soal perkalian pecahan desimal0,6 × 0,8 = 0,480,4 × 0,9 = 0,360,25 × 0,5 = 0,1250,75 × 0,3 = 0,2250,3 × 4 = 1,20,6 × 2 = 1,20,4 × 0,5 = 0,20,8 × 0,2 = 0,16Dalam contoh-contoh soal di atas, kita dapat melakukan perkalian pecahan desimal dengan cara mengalikan bagian desimalnya masing-masing, lalu menuliskan hasilnya dalam bentuk pecahan kita ingin mengalikan pecahan desimal dengan bilangan bulat atau bilangan desimal yang lain, kita dapat mengalikan bagian desimal dari pecahan desimal tersebut dengan bilangan Perkalian Pecahan CampuranUntuk melakukan perkalian pecahan campuran, kita dapat menggunakan rumus sebagai berikutpecahan 1 × pecahan 2 = pecahan hasilContoh3 3/4 × 2 1/2 = 9 1/45 2/3 × 4 3/5 = 23 3/15Dalam contoh di atas, kita dapat melakukan perkalian campuran dengan cara mengalikan bagian pecahannya masing-masing, lalu menuliskan hasilnya dalam bentuk pecahan mengalikan pecahan campuran dengan bilangan bulat, kita dapat mengalikan bilangan bulat tersebut dengan bagian pecahan dari pecahan campuran contoh, untuk mengalikan pecahan campuran 3 3/4 dengan bilangan bulat 4, kita dapat mengalikan 4 dengan bagian pecahan 3 3/4, sehingga didapatkan hasil 15 3/ tambahan, jika kita ingin mengalikan pecahan campuran dengan bilangan desimal yang lain, kita dapat mengalikan bagian pecahan dari pecahan campuran tersebut dengan bilangan desimal yang contoh, untuk mengalikan pecahan campuran 3 3/4 dengan bilangan desimal 0,5, kita dapat mengalikan bagian pecahan 3 3/4 dengan bilangan desimal 0,5, sehingga didapatkan hasil 1 3/ Soal Perkalian Pecahan CampuranBerikut beberapa contoh soal perkalian pecahan campuran beserta cara 3 3/4 × 2 1/2 = 9 1/4Untuk menyelesaikan soal ini, kita dapat mengalikan bagian pecahan dari pecahan campuran masing-masing, yaitu 3 3/4 dengan 2 1/2. Hasilnya adalah 9 1/ 4 2/5 × 5 3/4 = 23 3/5Untuk menyelesaikan soal ini, kita dapat mengalikan bagian pecahan dari pecahan campuran masing-masing, yaitu 4 2/5 dengan 5 3/4. Hasilnya adalah 23 3/ Soal Perkalian Pecahan. Foto Modul Kemdikbud SDNah detikers, itulah tadi penjelasan mengenai perkalian pecahan. Sekarang kamu sudah paham, kan? Semoga artikel ini bermanfaat, ya! Simak Video "Pesona Wisata Sumenep Pantai, Sejarah, dan Tradisi" [GambasVideo 20detik] aau/inf PecahanDesimal 1. Jika angka yang dibulatkan ≥5, angka di Tantukan hasil dari 164 × 83 ! Hitunglah hasil dari bilangan pecahan berpangkat berikut! Nomor 3 a. 3 4 Nyatakan dalam bentuk baku , yaitu × 10 , dengan 1 ≤ ≤ 10, ∈ bilangan bulat. 5 a. 33 × 105 Tinggi Amir 167 cm. Jika tinggi Amir dinyatakan dalam satuan meter, berapakah hasilnya? Tentu jawabannya 1,67 m. Angka 1,67 tersebut merupakan bentuk pecahan desimal, lho. Apakah Quipperian sudah mempelajari tentang pecahan tersebut? Jika belum, yuk belajar bareng Quipper Blog. Pengertian Pecahan Desimal Pecahan desimal adalah pecahan yang memuat tanda koma di penulisan antar angka penyusunnya. Contohnya adalah 1,2; 3,21; 0,05; 0,1; dan seterusnya. Bentuk ini diperoleh dari hasil pembagian antara pembilang dan penyebut. Secara matematis, rumus pecahan desimal dinyatakan sebagai berikut. Pada persamaan di atas, di belakang koma hanya ada b, sehingga bentuk pecahannya berpenyebut 10. Untuk lebih jelasnya, simak cara mengubah pecahan desimal berikut. Cara Mengubah Pecahan Desimal Pecahan ini bisa diubah menjadi pecahan biasa, campuran, dan persen. Bagaimana caranya? 1. Cara mengubah pecahan desimal ke pecahan biasa Seperti Quipperian ketahui, pecahan biasa hanya memuat pembilang dan penyebut. Artinya, kamu harus mengubahnya sesuai ketentuan tersebut. Cara mengubah pecahan desimal ke pecahan biasa adalah dengan melihat banyaknya angka di belakang koma. Jika di belakang koma hanya ada 1 angka, maka bentuk pecahannya berpenyebut 10. Jika di belakang koma ada 2 angka, maka bentuk pecahannya berpenyebut 100 dan seterusnya. Lalu, pembilang diisi dengan bentuk bulat dari bilangan desimalnya. Perhatikan contoh berikut. Tentukan bentuk pecahan dari 0,75! Pertama, kamu tentukan jumlah angka di belakang komanya. Pada 0,75 terdapat dua angka di belakang koma. Artinya, bentuk pecahannya berpenyebut 100. Dengan demikian Bentuk pecahan tersebut masih bisa disederhanakan dengan cara membagi pembilang dan penyebut dengan angka 25. 2. Cara mengubah pecahan desimal ke pecahan campuran Sebelum mengubah bentuk desimal ke campuran, kamu harus menjadikannya pecahan biasa seperti pembahasan sebelumnya. Jika sudah berbentuk pecahan biasa, lakukan pengubahan menjadi campuran. Perhatikan contoh berikut. Tentukan bentuk pecahan campuran dari 1,25! Pertama, tentukan banyaknya angka di belakang koma. Pada 1,25 terdapat 2 angka di belakang koma. Artinya, pecahannya berpenyebut 100. Lalu, sederhanakan bentuk pecahan di atas! 3. Cara mengubah pecahan desimal ke persen Cara mengubah pecahan desimal ke persen adalah dengan mengalikan pecahan tersebut dengan 100%. Selain itu, kamu juga bisa memilih cara yang lebih panjang, yaitu dengan menjadikannya pecahan berpenyebut 100 dahulu. Perhatikan contoh berikut. Tentukan bentuk persen dari 0,35! Cara 1 Kalikan 0,35 dengan 100%, sehingga diperoleh 0,35×100%=35% Cara 2 Kedua cara di atas, memiliki hasil yang sama. Silahkan kamu pilih cara yang dianggap lebih mudah! Operasi Pecahan Desimal Operasi pecahan ini meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. 1. Penjumlahan pecahan desimal Penjumlahan bisa dilakukan dengan menjumlahkan seluruh angkanya seperti penjumlahan bilangan bulat. Hanya saja, kamu harus meletakkan tanda koma pada hasilnya. Tanda koma diletakkan lurus dengan tanda koma bilangan yang dijumlahkan. Perhatikan contoh berikut. Tentukan hasil penjumlahan dari 3,49 + 2,11! Lakukan penjumlahan biasa seperti berikut. Jadi, hasil penjumlahan dari 3,49 + 2,11 = 5,60. 2. Pengurangan pecahan desimal Prinsip dasar pengurangan sama dengan penjumlahan. Quipperian bisa melakukan pengurangan seperti pada bilangan bulat. Namun, jangan lupa untuk meletakkan tanda komanya. Perhatikan contoh berikut. Tentukan hasil pengurangan dari 4,3 – 1,25! Ingat 4,3 = 4,30! Jadi, hasil pengurangan dari 4,3 – 1,25 = 3,05. 3. Perkalian pecahan desimal Perkalian pecahan desimal juga sama dengan perkalian bilangan bulat. Namun, kamu harus tetap menambahkan koma sebanyak angka di belakang koma pada bilangan yang dikalikan. Misalnya kamu mengalikan 2,36 × 1,2. Nah 2,36 memiliki 2 angka di belakang koma dan 1,2 memiliki 1 angka di belakang koma. Hasil perkaliannya harus memiliki 3 2+1 angka di belakang koma. Perhatikan contoh berikut. 4. Pembagian pecahan desimal Sebenarnya, pembagian pecahan desimal sama seperti pembagian bilangan bulat. Namun, cara yang lebih mudah adalah mengubahnya menjadi pecahan terlebih dahulu. Lalu, lakukan operasi pembagian pecahan biasa. Perhatikan contoh berikut. Tentukan hasil 0,7 0,2! Pertama, ubah keduanya menjadi pecahan biasa. Jadi, hasil 0,7 0,2 adalah 3,5. Untuk meningkatkan pemahaman Quipperian tentang materi ini, yuk simak contoh soal dan jawabannya berikut ini. Contoh Soal 1 Ani memiliki pita sepanjang 1,2 m. Lalu, ia membeli lagi sepanjang 0,75 m. Pita tersebut akan ia gunakan untuk membuat 2 buah bunga yang ukurannya sama. Tentukan panjangnya pita yang dibutuhkan untuk membuat satu bunga! Pembahasan Ani memiliki pita 1,2 m. Lalu, ia membeli lagi 0,75 m. Artinya, Quipperian harus menjumlahkan panjang pita Ani secara keseluruhan. Panjang pita total =1,2+0,75 =1,95 m Pita tersebut akan digunakan untuk membuat dua bunga yang berukuran sama. Artinya, panjang pita total harus dibagi dua. Secara matematis, dirumuskan sebagai berikut. Panjang pita 1 bunga =1,952 Jadi, panjangnya pita yang dibutuhkan untuk membuat satu bunga adalah 0,975 m. Contoh Soal 2 Pak Halim memiliki sebidang tanah berbentuk persegi panjang. Panjang dan lebar tanah Pak Halim berturut-turut adalah 35,6 m dan 12,5 m. Tentukan luas sebidang tanah tersebut! Pembahasan Untuk mencari luas tanah Pak Halim, gunakan perkalian seperti berikut. Jadi, luas tanah Pak Halim adalah 445 m2. Contoh Soal 3 Dua tahun lalu, tinggi badan Nova 1,34 m. Kini, tinggi badannya menjadi 1,66 m. Jika dijadikan pecahan biasa, tentukan selisih tinggi badan Nova antara kini dan dua tahun lalu! Pembahasan Pertama, tentukan besar selisihnya terlebih dahulu. Selisih =1,66-1,34 =0,32 m Jika dijadikan pecahan biasa, selisihnya menjadi seperti berikut. Jadi, Jika dijadikan pecahan biasa, selisih tinggi badan Nova antara kini dan dua tahun lalu adalah 825 m. Itulah pembahasan Quipper Blog kali ini. Semoga bisa bermanfaat buat Quipperian. Jangan lupa untuk tetap semangat belajarnya. Kini, Quipper Video hadir dengan berbagai fitur baru yang bisa bikin kamu tambah semangat belajarnya. Yuk, buruan gabung! Salam Quipper! Penulis Eka Viandari Contoh3:Hitunglah jumlah semua bilangan asli kelipatan 3 yang kurang dari 100. Jawab: Bilangan asli kelipatan 3 yang kurang dari 100 adalah 3, 6, 9, 12, , 99 sehingga diperoleh a = 3, b = 3, dan Un = 99. Terlebih dahulu kita cari n sebagai berikut ; Un = a + ( n - 1) b 99 = 3 + ( n - 1)3 3 n = 99 n = 33 Jumlah dari deret tersebut adalah.